Lensa Informasi – 28 Agustus 2026 | Celje, klub asal Slovenia, menjadi bagian penting dalam kisah sejarah Yaya Touré di Champions League. Setelah mengalahkan NK Celje 3–2 secara total, Slovan Bratislava yang dipimpin oleh mantan pemain tengah legendaris ini memasuki fase liga utama kompetisi terbesar di Eropa. Kemenangan ini menandai tonggak pertama bagi seorang pelatih Afrika yang memimpin tim klub menembus turnamen paling bergengsi di dunia.
Yaya Touré, yang memulai karier manajerialnya di Slovan pada Juni, telah mengukir rekam jejak tanpa kekalahan dalam sepuluh pertandingan, delapan kemenangan dan dua hasil imbang di semua kompetisi. Keberhasilannya tidak hanya memberi Slovan tiket ke Liga Champions, tetapi juga membuka jalan bagi pencapaian yang lebih besar bagi pelatih Afrika di kancah Eropa.
Perjalanan ini bermula ketika Slovan mengalahkan Saburtalo Georgia 2–0 di fase pendahuluan, lalu menandatangani seri 1–1 di leg kedua. Selanjutnya, mereka mengalahkan Mjällby AIF Swedia di dua laga kuaitif, sebelum akhirnya menaklukkan Celje di putaran play-off. Pertandingan kedua di Arena Z’dežele berakhir 2–1 setelah perpanjangan waktu, menutup total skor 3–2 untuk Slovan.
- Semua empat kemenangan liga domestik Slovan sebelum penarikan akhir.
- Delapan kemenangan dan dua hasil imbang dalam sepuluh pertandingan manajerial Touré.
- Keberhasilan ini menempatkan Slovan pada posisi kedua setelah dua tahun terakhir di kompetisi.
Di sisi lain, Celje tidak tinggal diam. Klub ini menegaskan bahwa pemain kunci mereka, termasuk Mark Zabukovnik, tidak akan dijual sebelum jendela transfer Januari. Zabukovnik, yang kembali ke starting XI setelah cedera lutut serius, menampilkan performa menakjubkan di dua laga melawan Slovan, memperlihatkan kontrol tengah yang kuat meski melawan lawan dengan kualitas individu lebih tinggi.
Peran Darren O’Dea, mantan pelatih Celtic, juga menjadi sorotan. Sebagai asisten Touré di Slovan, O’Dea membawa pengalaman internasionalnya ke dalam strategi tim. Ia turut membantu menyiapkan Slovan menembus Liga Champions, sebuah pencapaian penting bagi kariernya setelah meninggalkan Celtic.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Slovan dan Touré, tetapi juga bagi seluruh Afrika. Banyak pelatih berbakat dari benua ini yang selama ini sulit membuka pintu di liga-liga besar Eropa. Dengan mengukir sejarah sebagai pelatih pertama Afrika yang memimpin tim masuk fase utama Liga Champions, Touré menegaskan bahwa kualitas dan kebijakan strategi dapat menembus batas geografis.
Di akhir pertandingan, para penggemar menyalakan lagu “Yaya Touré” yang pernah menjadi mantra kemenangan di Manchester City. Suasana di Stadion Slovan menjadi saksi betapa semangat dan dedikasi dapat mengubah nasib klub kecil menjadi pemain penting di panggung dunia.
Kesimpulannya, keberhasilan Yaya Touré menegaskan bahwa pelatih Afrika dapat bersaing di tingkat tertinggi. Ini membuka peluang bagi lebih banyak pelatih berpengalaman untuk mencoba peruntungan mereka di klub Eropa, sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Afrika.

Tinggalkan Balasan