PSIM Resmi Luncurkan Tim BRI Super League 2026/2027, Kolaborasi dengan Adidas dan Jersey Bergaya Jogja Tetap Kental

PSIM Resmi Luncurkan Tim BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, menandai langkah strategis klub dalam memperkuat identitas dan daya tarik di kancah sepak bola Indonesia.

Peluncuran Resmi dan Pengenalan Skuad

Sabtu (29-8-2026) malam WIB, PSIM Yogyakarta menggelar acara launching resmi yang menampilkan skuad dan jersey baru untuk BRI Super League 2026/2027. Sebanyak 26 pemain diperkenalkan kepada publik di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Pengenalan pemain ini menandai persiapan klub menghadapi musim kompetisi yang semakin kompetitif.

Baca juga:
Sejarah Tercipta! Coco Gauff dan Jessica Pegula Siap Gelar Final All-American Pertama di Cincinnati Open dalam 56 Tahun
➜

Acara launching diikuti oleh laga persahabatan melawan Deltras FC, di mana Laskar Mataram berhasil meraih kemenangan 2-0. Kemenangan tersebut didorong oleh brace Ezequiel Vidal, menegaskan potensi skuad yang telah dipersiapkan.

Kolaborasi dengan Adidas dan Desain Jersey Bergaya Jogja

PSIM Resmi Luncurkan Tim BRI Super League 2026/2027 menampilkan kolaborasi dengan Adidas, yang memunculkan jersey bergaya Jogja. Motif batik Parang dipilih sebagai elemen penting dalam desain, ditempatkan di bagian depan jersey tepat pada area tiga garis khas Adidas. Langkah ini menunjukkan komitmen PSIM untuk memadukan tradisi lokal dengan inovasi global.

Menurut Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, perpaduan tersebut menjadi bagian penting untuk menunjukkan identitas klub. Ia menekankan bahwa mereka telah mempelajari kultur yang melekat dengan PSIM, sehingga batik Parang menjadi simbol yang tak terpisahkan dari identitas klub. “Kami sudah mempelajari culture -nya PSIM itu sendiri. Batik Parang itu memang sangat perlu diimplementasikan di dalam jersey-nya PSIM. Maka itu, saya betul-betul nge-fight banget ke Adidas,” ujarnya.

Liana menambahkan, “Saya enggak mau tahu caranya bagaimana, kalau mau berpartner dengan PSIM harus ada batik Parang-nya. Setrip Adidas itu identik banget dengan Adidas. Batik Parang itu identik banget dengan PSIM, makanya kami memang sengaja di-placement di situ.” Ia menekankan bahwa pemain akan terlihat lebih gagah ketika batik Parang terlihat di dadanya.

Strategi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Kerja sama dengan Adidas baru diikat selama semusim. Manajemen PSIM ingin melihat terlebih dahulu proses kerja sama sebelum memutuskan perpanjangan. Pendekatan ini memungkinkan klub menilai dampak kolaborasi terhadap performa tim, branding, dan kepuasan para penggemar.

Baca juga:
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia U-20 melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, apakah rotasi besar akan diterapkan?
➜

Strategi semusim ini juga memberi fleksibilitas bagi PSIM untuk menyesuaikan desain jersey dan elemen branding sesuai perkembangan kebutuhan pasar dan preferensi fanbase. Dalam jangka panjang, klub berencana memperluas kolaborasi dengan produsen apparel yang dapat mengekspresikan identitas lokal sekaligus memenuhi standar kompetisi internasional.

Dampak terhadap Identitas dan Dukungan Penggemar

Penggunaan batik Parang pada jersey tidak hanya menambah estetika visual, tetapi juga memperkuat rasa kebanggaan bagi para pendukung setempat. Identitas lokal yang kuat dapat meningkatkan loyalitas fans, menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam antara klub dan komunitas.

Selain itu, kolaborasi dengan Adidas menandakan PSIM masuk ke dalam jaringan global yang dapat meningkatkan eksposur media dan potensi sponsor. Brand awareness yang lebih tinggi dapat membuka peluang pendanaan tambahan, baik dari sponsor lokal maupun internasional.

Secara taktis, penampilan jersey yang unik juga dapat menjadi faktor psikologis bagi pemain. Kesan “lebih gagah” yang disebutkan oleh Liana dapat memotivasi pemain untuk tampil lebih percaya diri di lapangan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi performa tim dalam kompetisi BRI Super League.

Persiapan Kompetisi dan Fokus pada Pengembangan Pemain

Peluncuran tim ini juga menandai fase persiapan intensif menjelang kompetisi. PSIM telah mengidentifikasi 26 pemain yang akan menjadi inti skuad, dengan fokus pada keseimbangan antara pemain senior dan muda. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan klub untuk mengembangkan bakat lokal sambil menjaga kompetensi di level profesional.

Baca juga:
Ferry Paulus Ungkap Alasan 10 Klub Diberi Sanksi Minus Poin di Pegadaian Championship, Termasuk Persiba dan PSBS yang Menerima Hukuman -4 Poin
➜

Keberhasilan laga persahabatan melawan Deltras FC menunjukkan kesiapan taktis dan semangat juang yang tinggi. Kemenangan 2-0, dengan kontribusi Ezequiel Vidal, menjadi sinyal positif bagi pelatih dan manajemen dalam menyusun strategi pertandingan di musim kompetisi.

Kesimpulan: Menatap Masa Depan dengan Identitas yang Kuat

PSIM Resmi Luncurkan Tim BRI Super League 2026/2027 menandai tonggak penting dalam sejarah klub. Kolaborasi dengan Adidas dan penggunaan batik Parang menegaskan komitmen PSIM untuk memadukan tradisi lokal dengan standar profesional global. Dengan strategi semusim, klub dapat mengevaluasi dampak kolaborasi sebelum memutuskan perpanjangan, menjaga fleksibilitas dalam pengembangan branding dan performa.

Identitas yang kuat, dukungan penggemar yang bersemangat, dan persiapan kompetisi yang matang menjadi fondasi bagi PSIM untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan langkah ini, klub menegaskan tekadnya untuk terus berinovasi sekaligus menghormati warisan budaya yang melekat pada identitasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *