Menteri PKP dorong pemberdayaan UMKM lewat program gentengisasi, target percepatan digitalisasi usaha

Gentengisasi menjadi sorotan utama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam upaya memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pada sesi keterangan di Jakarta, Senin (31/8/2026), Ara menegaskan bahwa program gentengisasi bukan sekadar inovasi industri, melainkan strategi integral untuk memperkuat daya saing UMKM dan mempercepat digitalisasi usaha.

Program Gentengisasi: Dari Ide ke Implementasi

Menteri PKP memulai program gentengisasi dengan melibatkan UMKM yang telah beroperasi dalam produksi genteng tradisional. Ara menjelaskan bahwa pelaku UMKM sudah dipersiapkan untuk mengikuti uji coba di beberapa lokasi strategis, yaitu Plered di Purwakarta dan Jatiwangi di Majalengka. Uji coba ini berlangsung selama beberapa bulan dan dirancang untuk menilai kualitas, estetika, serta harga yang kompetitif. “Kita sudah melakukan uji coba berapa bulan lalu di Plered, Purwakarta dan di Jatiwangi, Majalengka,” kata Ara. Hasil uji coba tersebut menjadi dasar bagi pengembangan standar produksi genteng yang lebih modern dan terintegrasi dengan teknologi digital.

Baca juga:
Troy Parrott mencetak gol penentu, Real Betis mengalahkan Real Madrid 1-0 dalam laga yang menegangkan

Selama sesi tersebut, Ara menekankan pentingnya standarisasi kualitas dan kehandalan industri dalam gentengisasi. “Kualitasnya, standardisasinya, yaitu kehandalan dari perindustrian,” ujarnya. Dengan menerapkan standar yang konsisten, UMKM dapat menempatkan produk mereka di pasar yang lebih luas, baik domestik maupun ekspor. Selain itu, program ini juga menyiapkan UMKM untuk beradaptasi dengan tren pasar yang semakin menuntut desain dan fungsi genteng yang inovatif.

Menurut Ara, gentengisasi sudah menunjukkan dampak positif sejak peluncuran awal di Kabupaten Majalengka. Komitmen transaksi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp3 miliar, menandakan bahwa UMKM dapat menambah pendapatan signifikan melalui partisipasi dalam program ini. “Program gentengisasi yang dimulai di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mampu menyerap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar,” jelas Ara. Angka ini mencerminkan potensi besar yang dapat dioptimalkan melalui kebijakan yang mendukung.

Kolaborasi dengan Presiden dan Rencana Lanjutan

Ara menegaskan bahwa program gentengisasi menjadi agenda penting bagi Presiden Republik Indonesia. “Besok saya akan menyampaikan kepada Bapak Presiden RI soal gentengisasi, karena Presiden sangat concern,” ungkapnya. Ia juga menginformasikan bahwa ia akan dipanggil oleh Presiden untuk membahas lebih lanjut mengenai strategi gentengisasi. Keputusan ini menandakan adanya dukungan tingkat tinggi terhadap program tersebut, yang diharapkan dapat mempercepat implementasi kebijakan di tingkat nasional.

Baca juga:
Harga emas Antam pada Sabtu melonjak Rp4.000, mencapai Rp2,604 juta per gram, menandai kenaikan signifikan pasar logam mulia

Selanjutnya, Ara menyampaikan rencana kerja sama dengan para pelaku UMKM yang memproduksi jutaan genteng. “Dirinya berharap dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan para pelaku UMKM yang memproduksi dengan jumlah jutaan genteng,” kata Ara. Kerja sama ini akan melibatkan pelatihan, akses ke teknologi digital, dan dukungan modal untuk memperkuat rantai pasok genteng. Dengan demikian, UMKM tidak hanya dapat meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas jaringan distribusi.

Dampak Digitalisasi dan Peningkatan Daya Saing UMKM

Gentengisasi menjadi katalis bagi digitalisasi usaha UMKM. Melalui integrasi sistem manajemen produksi dan pemasaran digital, pelaku UMKM dapat memonitor kualitas produk secara real-time, mengoptimalkan proses produksi, dan mengakses pasar baru secara online. Selain itu, standar kualitas yang ditetapkan akan memudahkan UMKM untuk memasarkan produk mereka ke pelanggan yang lebih eksklusif, termasuk pasar internasional.

Program ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di sektor UMKM. Dengan standar kerja yang lebih baik, pelaku UMKM dapat memberikan pelatihan kepada karyawan mereka, meningkatkan keterampilan, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih stabil. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperkuat sektor UMKM sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:
Kembalinya Sang Pangeran Korea: Kim Soo Hyun Guncang Panggung Mahakarya HUT RCTI 37

Kesimpulan: Gentengisasi sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM

Inovasi gentengisasi yang diprakarsai oleh Menteri PKP Maruarar Sirait menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberdayakan UMKM melalui standar industri yang lebih baik dan digitalisasi proses produksi. Dengan komitmen transaksi mencapai Rp3 miliar di Majalengka dan dukungan dari Presiden, program ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas, estetika, dan harga genteng, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Melalui kolaborasi yang terus berlanjut, gentengisasi dapat menjadi contoh sukses pemberdayaan UMKM di Indonesia, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *