Zulhas memimpin PAPEDA Summit 2026, menggugah komitmen untuk Papua yang lebih maju, damai, dan berkelanjutan. Pada Kamis (3/9/2026) Zulkifli Hasan, atau Zulhas, menegaskan bahwa pemerintah bersedia membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, masyarakat Papua, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan perlunya dialog untuk menentukan arah pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kekayaan alam dan laut Papua.
PAPEDA Summit 2026: Ruang Dialog Terbuka
PAPEDA Summit 2026 menjadi ajang penting bagi Zulhas untuk memimpin perbincangan antara pemerintah pusat dan Papua. Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua membutuhkan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, mitra pembangunan, serta seluruh pemangku kepentingan. “Saya bersedia berdialog, berkomunikasi, dan memfasilitasi. Kita ingin Papua maju dan Papua penuh damai. PAPEDA Summit harus menjadi ruang untuk kita bicara bersama tentang apa yang benar-benar dibutuhkan Papua dan apa yang dapat dilakukan pemerintah pusat untuk mempercepatnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Kunjungan Bulanan ke Papua: Menyaksikan Perkembangan Langsung
Zulhas menyatakan bahwa ia hampir setiap bulan datang ke Papua untuk melihat langsung perkembangan berbagai program pemerintah. Kunjungan rutin ini memungkinkan ia memahami secara langsung situasi di lapangan, sehingga kebijakan yang diambil dapat berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat serta potensi yang dimiliki setiap wilayah. Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan Papua harus berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat serta potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Fokus Utama: Pangan Terjangkau dan Kawasan Swasembada
Salah satu perhatian utama pemerintah, menurut Zulhas, adalah memastikan masyarakat Papua memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak boleh membayar pangan lebih mahal hanya karena persoalan konektivitas dan distribusi. “Tugas kita mengawal pangan. Jangan sampai masyarakat Papua harus membayar pangan lebih mahal. Untuk tujuan itulah Kawasan Swasembada Pangan,” jelasnya. Konsep swasembada pangan di Papua bertujuan untuk meningkatkan produksi lokal, memperkuat rantai pasok, dan menurunkan ketergantungan pada impor.
Dialog sebagai Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Zulhas menekankan bahwa dialog bukan sekadar formalitas. Ia menegaskan bahwa ruang dialog harus menjadi platform bagi semua pihak untuk menyuarakan aspirasi dan kebutuhan mereka. Melalui dialog, pemerintah pusat dapat memahami konteks lokal, menyesuaikan kebijakan, dan mempercepat implementasi program. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan di Papua.
Implikasi bagi Pembangunan dan Keamanan
Dengan menegaskan komitmen untuk membuka ruang dialog, Zulhas berharap dapat memperkuat rasa kepercayaan antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua. Dialog yang terbuka diharapkan dapat mengurangi ketegangan, meminimalisir konflik, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi pembangunan. Selain itu, kebijakan swasembada pangan yang ditekankan akan memperkuat ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran Pemerintah Pusat dalam Mempercepat Pembangunan
Zulhas menegaskan bahwa pemerintah pusat harus memfasilitasi proses pembangunan dengan menyediakan sumber daya, kebijakan yang mendukung, serta mekanisme koordinasi yang efektif. Ia menekankan pentingnya integrasi antara kebijakan pembangunan, pelestarian lingkungan, dan hak asasi manusia. Dengan kerjasama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, pembangunan Papua dapat berlangsung secara seimbang dan berkelanjutan.
Kesimpulan: Komitmen Bersama untuk Papua Maju
Melalui PAPEDA Summit 2026, Zulhas menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk Papua tidak hanya sebatas kebijakan, melainkan juga dialog terbuka, partisipasi aktif, dan upaya konkret dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Fokus pada pangan terjangkau, kawasan swasembada, serta dialog lintas pemangku kepentingan menjadi pilar utama dalam upaya menjadikan Papua lebih maju, damai, dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Papua dapat mengoptimalkan potensi alamnya, memperkuat keamanan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan