Penataan Stasiun Karet pada Jalur KRL BNI City menjadi sorotan utama bagi penumpang yang rutin menggunakan layanan KAI. Rencana ini bertujuan memudahkan pergerakan penumpang dan mengurangi potensi kemacetan di sekitar kawasan Stasiun Karet. Dalam konferensi pers di Stasiun KRL BNI City pada hari Jumat, 4 September 2026, Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, menjelaskan secara rinci mengenai integrasi dua stasiun tersebut.
Proses Renovasi dan Waktu Penyelesaian
Proses penataan Stasiun Karet pada Jalur KRL BNI City diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu 1 hingga 7 bulan ke depan. Anne Purba menegaskan bahwa penutupan area stasiun akan bersifat sementara, hanya untuk pengerjaan fisik. Setelah selesai, area tersebut akan dibuka kembali secara bertahap sesuai dengan jadwal belanja modal (capex) investasi akhir tahun 2026. “Satu bulan, tapi nanti bertahap ketika yang sudah selesai pasti dibuka secara bertahap, diselesaikan dalam 1 sampai 7 bulan ke depan sehingga nanti kita bisa menggunakan fasilitas layanan terhubungnya Karet ke BNI City,” jelasnya.
Selama masa penataan, layanan naik-turun penumpang di Stasiun Karet akan dialihkan ke peron Stasiun BNI City demi aspek keselamatan. Meskipun demikian, Stasiun Karet tidak akan ditutup secara permanen. Fokusnya adalah memfasilitasi area drop zone dan menyiapkan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Dengan demikian, Stasiun Karet tetap aktif dalam akses pelanggan, meski fungsi utamanya berubah.
Fasilitas Modern yang Ditanamakan
Di tengah proses renovasi, KAI menyiapkan fasilitas penunjang modern, seperti travelator datar dan travelator naik. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan pengguna jasa tidak kelelahan saat berpindah dari area Karet ke BNI City. “Di dalam pelayanan, kita akan menyediakan fasilitas ini agar penumpang tidak perlu berdiri terlalu lama atau menanggung beban yang tidak perlu,” tambah Anne Purba.
Alasan Integrasi Stasiun Karet dan BNI City
Integrasi Stasiun Karet pada Jalur KRL BNI City dipicu oleh tantangan pertumbuhan volume penumpang yang terus meningkat. KAI berupaya mengurai potensi kemacetan di sekitar kawasan Stasiun Karet, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan. Dengan menyalurkan layanan naik-turun penumpang ke peron BNI City, diharapkan aliran penumpang menjadi lebih teratur dan tidak menimbulkan kepadatan di area Stasiun Karet.
Selain itu, penataan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan penumpang. Penyesuaian jalur dan penambahan fasilitas travelator mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi penumpang yang membawa barang berat atau mobilitas terbatas. Integrasi ini juga memudahkan akses bagi penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi, karena area drop zone akan difasilitasi secara optimal.
Dampak Positif bagi Penumpang dan Lingkungan
Dengan proses penataan yang terstruktur, penumpang akan merasakan peningkatan kenyamanan dan keamanan. Penyesuaian jalur dan fasilitas travelator memungkinkan penumpang berpindah dengan lebih cepat dan tanpa beban. Selain itu, aliran penumpang yang teratur dapat mengurangi waktu tunggu di stasiun, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Dampak lingkungan juga menjadi pertimbangan penting. Dengan mengurangi kepadatan di sekitar Stasiun Karet, potensi polusi udara dan kebisingan dapat ditekan. Penataan ini juga memfasilitasi mobilitas pejalan kaki, sehingga lebih banyak penumpang beralih ke transportasi umum daripada kendaraan pribadi, yang berdampak positif bagi pengurangan emisi karbon.
Perkiraan Waktu Penyelesaian dan Penutup
Proses renovasi Stasiun Karet pada Jalur KRL BNI City diharapkan selesai dalam waktu 7 bulan ke depan. Meskipun penutupan area stasiun bersifat sementara, KAI berkomitmen untuk membuka kembali fasilitas secara bertahap sesuai jadwal capex investasi akhir tahun 2026. Dengan demikian, integrasi antara Stasiun Karet dan BNI City akan menjadi lebih lancar dan aman bagi semua penumpang.

Tinggalkan Balasan