Pada hari kelima operasi pencarian, tim Polair Polres Lamsel terus menyisir desa Tejang demi menemukan lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang

Tim Polair Polres Lamsel menegaskan komitmennya dalam operasi pencarian kelima setelah kapal cepat Arupadhatu 1 hilang kontak di Selat Sunda. Pada hari kelima operasi, mereka terus menyisir desa Tejang, berharap menemukan lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang.

Operasi Pencarian Melalui Jalur Darat

Tim Polair Polres Lamsel memanfaatkan jalur darat dengan menaiki sepeda motor untuk menelusuri wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa. Desa ini terletak di pulau Sebesi, yang secara administratif berada di wilayah Desa Tejang. Pulau Sebesi sendiri berada di sebelah selatan Pulau Sebuku, sebelah timur Pulau Serdang dan Pulau Legundi, serta sebelah Timur Laut Gugusan Krakatau. Pulau ini merupakan daratan yang paling dekat dengan Gugusan Krakatau dan turut menjadi saksi kedahsyatan letusan besar Krakatau tahun 1883.

Baca juga:
Polisi Pringsewu distribusikan masker kepada warga setelah abu vulkanik tidak menutupi jalan, upaya pencegahan kesehatan

Operasi pencarian ini dimulai sejak kapal cepat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Di dalam kapal terdapat delapan orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nakhoda, satu ABK, dan pemandu. Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut adalah M Bagus Khoirunnas, fotografer Antara Banten Ari Basuki, jurnalis Merdeka Yudhis, jurnalis iNews Daus, jurnalis Anadolu, serta Donal, jurnalis freelance.

Komunikasi Terakhir dan Titik Koordinat

Menurut Basarnas Banten, laporan kapal hilang kontak diterima pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB dari Bayu, Antara Banten. Sebelum kehilangan kontak, komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14’40.52″S 105°40’49.48″E atau sekitar.

Tim Polair Polres Lamsel memanfaatkan data koordinat tersebut sebagai titik awal pencarian. Meskipun koordinat tersebut tidak memberikan petunjuk pasti mengenai posisi terakhir kapal, namun informasi tersebut menjadi acuan penting bagi tim dalam menentukan jalur pencarian yang lebih luas di wilayah perairan dan darat di sekitar Pulau Sebesi.

Baca juga:
Dua Pelajar Lampung Mengungkap Penemuan Bayi Tersembunyi di Aliran Sungai Kecil, Warga Dihimbau Waspada

Alasan dan Dampak Operasi Pencarian

Operasi pencarian ini penting karena lima jurnalis dan kru kapal masih belum terdeteksi keberadaannya. Tim Polair Polres Lamsel menilai bahwa situasi ini dapat menimbulkan dampak signifikan bagi komunitas lokal serta bagi dunia jurnalistik. Jika tidak ditemukan, maka akan ada kehilangan data penting yang dapat mempengaruhi pemberitaan tentang peristiwa hilangnya kapal cepat Arupadhatu 1. Selain itu, hilangnya jurnalis juga dapat menimbulkan ketidakpastian dan kecemasan bagi keluarga dan rekan kerja mereka.

Operasi pencarian juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Jika jurnalis tidak ditemukan, maka akan ada kekhawatiran tentang keselamatan dan keamanan di wilayah perairan Selat Sunda. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap keamanan transportasi laut di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Tim Polair Polres Lamsel menekankan pentingnya pencarian yang efektif dan efisien, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keselamatan semua pihak.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Tim Polair Polres Lamsel bekerja sama dengan Banten Basarnas dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan koordinasi yang baik selama operasi pencarian. Tim Polair Polres Lamsel juga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan memberikan update secara berkala.

Baca juga:
Progres pembangunan pagar besi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kini mencapai 75 persen, langkah strategis untuk mengakhiri konflik gajah dengan penduduk

Harapan dan Kesimpulan

Tim Polair Polres Lamsel berharap bahwa operasi pencarian ini dapat berhasil menemukan lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang. Mereka juga berharap bahwa hasil pencarian dapat memberikan kejelasan bagi keluarga dan rekan kerja mereka, serta dapat memberikan kontribusi positif bagi keselamatan dan keamanan di wilayah perairan Selat Sunda.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja keras, Tim Polair Polres Lamsel bertekad untuk terus menelusuri wilayah perairan dan darat di sekitar Pulau Sebesi, demi menemukan keberadaan lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *