Menkes Budi berencana evaluasi menyeluruh sistem akreditasi rumah sakit untuk tingkatkan kualitas layanan

Evaluasi mutu pelayanan kesehatan menjadi fokus utama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Menteri bersama Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan niat serius untuk menilai ulang sistem akreditasi rumah sakit demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Rapat Kerja Komisi IX DPR: Fokus pada Penjaminan Mutu dan Keselamatan Pasien

Pertemuan yang dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian kesehatan, anggota DPR Komisi IX, serta perwakilan lembaga pengawas kesehatan, memusatkan perhatian pada evaluasi mutu pelayanan kesehatan. Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya penjaminan mutu dan keselamatan pasien melalui sistem akreditasi layanan kesehatan yang telah berjalan. Ia mengungkapkan bahwa beberapa rumah sakit berstatus Paripurna menunjukkan kendala serius, mulai dari pembayaran tenaga kesehatan yang tidak tepat waktu hingga tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Baca juga:
Berapa batas maksimal telur yang aman dikonsumsi dalam sehari? Simak rekomendasi dokter gizi untuk asupan protein yang seimbang

Identifikasi Masalah di Rumah Sakit Paripurna

Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa melalui data internal, beberapa rumah sakit berstatus Paripurna mengalami ketidaksesuaian dalam pelaksanaan standar akreditasi. Salah satu isu utama adalah ketidaksesuaian pembayaran tenaga kesehatan, yang berdampak pada motivasi dan kinerja tenaga medis. Selain itu, data menunjukkan adanya peningkatan angka kematian ibu dan bayi, yang menandakan perlunya peninjauan ulang prosedur dan protokol medis di fasilitas tersebut.

Strategi Evaluasi Sistem Akreditasi Rumah Sakit

Menteri Kesehatan menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan mencakup audit independen, pengumpulan data real-time, dan penilaian kinerja staf medis. Rencana tersebut bertujuan untuk memperbaiki proses akreditasi, memastikan standar pelayanan terpenuhi, serta meningkatkan transparansi pembayaran tenaga kesehatan. Dalam prosesnya, akan ada kolaborasi erat dengan lembaga pengawas dan asosiasi rumah sakit untuk memastikan keselarasan kebijakan dan praktik lapangan.

Baca juga:
Waspada pestisida! Simak daftar lengkap buah dan sayur paling terkontaminasi yang harus Anda hindari sekarang juga

Impak Positif Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan

Dengan melakukan evaluasi mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh, diharapkan tercapai peningkatan kualitas layanan di rumah sakit. Peninjauan ulang sistem akreditasi dapat mengurangi ketidaksesuaian prosedur, memperkuat kepatuhan terhadap standar medis, dan meningkatkan keselamatan pasien. Selain itu, perbaikan dalam pembayaran tenaga kesehatan dapat meningkatkan kepuasan dan produktivitas tenaga medis, yang pada gilirannya berdampak positif pada efektivitas layanan kesehatan.

Langkah Selanjutnya dan Komitmen Pemerintah

Setelah rapat, Menteri Kesehatan berjanji akan memimpin tim evaluasi yang terdiri dari ahli akreditasi, dokter, dan perwakilan rumah sakit. Tim ini akan melakukan kunjungan lapangan, analisis data, dan rekomendasi perbaikan. Pemerintah juga berencana untuk memperbarui regulasi akreditasi agar lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan pasien dan teknologi medis. Dengan komitmen ini, diharapkan sistem akreditasi rumah sakit menjadi lebih transparan, akuntabel, dan terfokus pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga:
Meninggalnya mukbanger berusia 24 tahun setelah henti jantung mengungkap riwayat sakit yang selama ini tersembunyi

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *