Drama Semifinal BWF World Championship 2026: Amri/Nita Gigit Nyali, Prancis dan India Cetak Sejarah Baru

Lensa Informasi – 23 Agustus 2026 | Gelaran bergengsi BWF World Championship 2026 yang berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, menyuguhkan drama luar biasa pada babak semifinal yang digelar Sabtu (22/8/2026). Turnamen kejuaraan dunia edisi ke-30 ini menjadi saksi perlawanan sengit berbagai negara, namun sekaligus membawa kabar pahit bagi bulu tangkis Indonesia yang harus kehilangan seluruh wakilnya di partai final.

Harapan besar publik Indonesia tertumpu pada pasangan ganda campuran non-unggulan, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Sebagai satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa di babak empat besar, pasangan peringkat 20 dunia ini harus berhadapan dengan tembok raksasa asal Tiongkok, Feng Yanzhe/Huang Dongping. Meski memiliki catatan pertemuan yang buruk, Amri/Nita tampil mengejutkan dengan memberikan perlawanan yang sangat alot.

Baca juga:
Antara Kado Ulang Tahun dan Tragedi Keracunan: Perjuangan Emosional Anak Didik Herry Iman Pierngadi di Kejuaraan Dunia 2026

Pada game pertama, pasangan asal Jakarta dan Majalengka ini sempat tertinggal, namun berhasil membalikkan keadaan melalui drama deuce hingga menang dengan skor 22-20. Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Di game kedua, performa Amri/Nita menurun drastis sehingga Feng/Huang mampu mengunci kemenangan 21-14. Pertarungan mencapai puncaknya di game penentu, di mana skor sempat imbang hingga 17-17 sebelum akhirnya jagoan Tiongkok menutup laga dengan skor 22-20. Kekalahan ini memastikan Indonesia tidak memiliki wakil di partai puncak BWF World Championship 2026.

Di sisi lain, dunia bulu tangkis tengah menyaksikan kebangkitan kekuatan baru dari Prancis. Alex Lanier, pemain muda berusia 21 tahun yang kini menduduki peringkat 10 dunia, berhasil mengukir sejarah bagi negaranya. Lanier sukses melaju ke final setelah menumbangkan pemain Kanada, Victor Lai, dalam pertandingan yang sangat menguras fisik dengan skor 21-16, 13-21, dan 21-14. Kemenangan ini menjadi medali pertama yang diraih atlet Prancis di ajang Kejuaraan Dunia. Lanier dijadwalkan akan menghadapi wakil Jepang, Kodai Naraoka, di partai final.

Baca juga:
Kejutan Besar di Kejuaraan Dunia BWF 2026: Medali Perunggu Amri/Nita dan Ambisi Puncak Jonatan Christie

Selain Prancis, tuan rumah India juga merayakan pencapaian bersejarah melalui sektor ganda putri. Pasangan Treesa Jolly dan Gayatri Gopichand berhasil mengamankan medali perunggu setelah bertarung sengit selama 1 jam 11 menit melawan pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Liu Shengshu/Tan Ning. Meskipun kalah dengan skor 21-18, 13-21, dan 8-21, torehan ini sangat berarti karena mengakhiri dahaga medali ganda putri India selama 15 tahun sejak pencapaian terakhir Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa pada 2011.

Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan penting di babak semifinal:

Baca juga:
Sedikitnya Negara yang Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor, Lihat Bagaimana Kebijakan Indonesia Menanggapi Isu Ini dan Apa Implikasinya
Sektor Pertandingan Hasil Keterangan
Ganda Campuran Amri/Nita (INA) vs Feng/Huang (CHN) 20-22, 14-21, 20-22 Tiongkok melaju ke final
Tunggal Putra Alex Lanier (FRA) vs Victor Lai (CAN) 21-16, 13-21, 21-14 Prancis mencetak sejarah
Tunggal Putra Kodai Naraoka (JPN) vs Chou Tien-chen (TPE) 21-17, 11-21, 21-10 Jepang melaju ke final
Ganda Putri Treesa/Gayatri (IND) vs Liu/Tan (CHN) 21-18, 13-21, 8-21 India meraih medali perunggu

Keberhasilan para atlet di ajang BWF ini juga memberikan dampak psikologis bagi persiapan turnamen berikutnya. Pelatih legendaris India, Pullela Gopichand, menyatakan bahwa fokus timnya kini akan beralih sepenuhnya ke Asian Games di Jepang yang akan digelar pada September mendatang. Ia menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental yang matang bagi para pemainnya guna mempertahankan momentum positif yang telah diraih di New Delhi.

Secara keseluruhan, BWF World Championship 2026 telah menunjukkan pergeseran peta kekuatan dunia. Jika sebelumnya dominasi negara-negara tradisional seperti Tiongkok dan Denmark sangat kental, kini negara seperti Prancis dan India mulai menunjukkan taringnya di panggung tertinggi bulu tangkis dunia.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *