Ekonomi Desa kian menguat, dari UMKM hingga sektor pariwisata berhasil menghasilkan pendapatan miliaran rupiah bagi warga

Ekonomi desa kian menguat, dari UMKM hingga sektor pariwisata berhasil menghasilkan pendapatan miliaran rupiah bagi warga.

Penguatan Ekonomi Desa melalui CSR PGN

Perusahaan pertambangan PGN (PT Pertamina Hulu Energi) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi desa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Tiga inisiatif utama, yakni pengembangan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo di Magelang, Suadesa Festival sebagai ruang pengembangan UMKM dan ekonomi lokal, serta Program Pendekar Dewa di Desa Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan, menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Melalui pendekatan ini, potensi lokal diubah menjadi aktivitas ekonomi berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

Baca juga:
MTQ Nasional 2026 yang digelar di Jawa Tengah dijadikan panggung utama untuk mempromosikan produk UMKM dari 35 provinsi peserta, memperkuat sinergi ekonomi kreatif nasional
➜

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga kapasitas dan akses untuk mengembangkan sumber pendapatan. “PGN berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat mengenali potensinya, meningkatkan kapasitas, dan pada akhirnya mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri. Ketika ekonomi desa tumbuh, masyarakat semakin berdaya dan keberlanjutan program dapat terus berjalan melalui peran aktif masyarakat itu sendiri,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Sabtu (5/9/2026).

Balkondes Karangrejo: Wadah Ekonomi Lokal di Magelang

Salah satu upaya PGN dilakukan melalui pengembangan Balkondes Karangrejo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Balkondes menjadi wadah masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, mulai dari homestay, kuliner, paket wisata, hingga produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Pengembangan ini dilandasi oleh konsep “bekerja bersama” antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pihak swasta. Melalui pelatihan, fasilitas produksi, dan akses pasar, warga Karangrejo kini mampu memasarkan produk mereka ke konsumen yang lebih luas, termasuk wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata di sekitar Magelang.

Fasilitas homestay di Balkondes memungkinkan wisatawan merasakan pengalaman tinggal di rumah tradisional, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga warga. Selain itu, produk kuliner khas daerah, seperti kue lapis, soto, dan sayur lodeh, diproduksi dalam skala lebih besar dan dipasarkan melalui jaringan distribusi yang disediakan oleh PGN. Dengan demikian, pendapatan yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal secara keseluruhan.

Suadesa Festival: Platform Pengembangan UMKM

Suadesa Festival merupakan inisiatif yang dirancang untuk menjadi ruang pengembangan UMKM dan ekonomi lokal. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga tempat bagi pelaku usaha untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan mendapatkan akses ke pelatihan bisnis. Melalui program ini, para pengusaha lokal dapat memperluas jaringan, memanfaatkan teknologi digital, dan meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif di pasar regional maupun nasional.

Baca juga:
OJK Raih Lonjakan 22,93 Juta Akun Keuangan Digital, Sambil Tangani Kasus Bank Mandiri & Peningkatan UMKM
➜

Program ini juga menekankan pentingnya branding dan pemasaran digital. Dengan bantuan PGN, pelaku UMKM belajar menggunakan media sosial, platform e-commerce, dan strategi pemasaran online lainnya. Hasilnya, produk-produk lokal mulai dikenal di luar batas wilayah, meningkatkan volume penjualan dan pendapatan. Selain itu, festival ini menjadi ajang networking bagi para investor dan pelaku industri, membuka peluang investasi baru bagi desa.

Program Pendekar Dewa: Meningkatkan Keterampilan di Muara Enim

Di Desa Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan, PGN meluncurkan Program Pendekar Dewa. Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat dalam bidang kerajinan, pertanian, dan pariwisata. Melalui pelatihan praktis dan mentor yang berpengalaman, warga desa belajar mengolah produk lokal menjadi barang dengan nilai tambah tinggi.

Contoh produk yang dihasilkan termasuk anyaman rotan, tekstil tradisional, dan produk olahan makanan khas. Selain itu, program ini juga mengajarkan teknik pemasaran langsung ke konsumen, sehingga pendapatan tidak hanya bergantung pada penjualan grosir. Dengan pendekatan holistik, Program Pendekar Dewa membantu menciptakan rantai nilai lokal yang lebih kuat, meningkatkan daya saing produk desa di pasar yang semakin kompetitif.

Dampak Ekonomi Desa terhadap Pertumbuhan Inklusif

Penguatan ekonomi desa melalui CSR PGN membawa dampak positif yang signifikan. Pertama, pendapatan warga meningkat secara berkelanjutan. Pendapatan miliaran rupiah yang dihasilkan dari UMKM, homestay, dan produk kreatif mengurangi ketergantungan pada subsiden atau bantuan darurat. Kedua, peningkatan kapasitas dan akses yang disediakan PGN memungkinkan masyarakat mengelola sumber daya mereka secara mandiri. Dengan keterampilan baru, warga dapat mengoptimalkan potensi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga:
Menteri PKP dorong pemberdayaan UMKM lewat program gentengisasi, target percepatan digitalisasi usaha
➜

Ketiga, keberlanjutan program didorong oleh partisipasi aktif masyarakat. Ketika warga menjadi pemilik dan pengelola usaha, rasa kepemilikan dan tanggung jawab meningkat. Hal ini menciptakan budaya ekonomi desa yang mandiri, di mana program CSR tidak hanya menjadi sumber dana, tetapi juga sumber pengetahuan dan jaringan. Akibatnya, program dapat terus berlanjut tanpa harus bergantung pada dana eksternal secara berlebihan.

Keempat, efek multiplier terlihat pada sektor-sektor terkait. Misalnya, peningkatan homestay menarik wisatawan, yang pada gilirannya meningkatkan penjualan produk kuliner dan kerajinan. Hal ini menciptakan sinergi antara pariwisata dan UMKM, memperkuat ekosistem ekonomi lokal secara keseluruhan.

Kesimpulan: Ekonomi Desa sebagai Pilar Pertumbuhan Inklusif

Pengembangan ekonomi desa melalui program CSR PGN menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kapasitas dan partisipasi masyarakat dapat menghasilkan pendapatan miliaran rupiah bagi warga. Melalui inisiatif seperti Balkondes Karangrejo, Suadesa Festival, dan Program Pendekar Dewa, potensi lokal diubah menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Dampak positifnya tidak hanya terlihat dalam peningkatan pendapatan, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas,

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *