Bitcoin Meroket Menuju $80.000: Efek Kebijakan Treasury AS dan Lonjakan ETF yang Mengguncang Pasar

Bitcoin Meroket Menuju $80.000: Efek Kebijakan Treasury AS dan Lonjakan ETF yang Mengguncang Pasar

Lensa Informasi – 22 Agustus 2026 | Pasar aset kripto global tengah mengalami gelombang euforia yang luar biasa setelah harga bitcoin melonjak tajam hingga mendekati angka psikologis $80.000. Kenaikan ini menandai performa mingguan terkuat dalam lebih dari tiga tahun terakhir, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 23% dalam satu pekan terakhir. Fenomena ini memicu sentimen positif di berbagai sektor keuangan, termasuk menghentikan tren penurunan pada indeks Nasdaq 100 yang sebelumnya mengalami pelemahan selama lima hari berturut-turut.

Pemicu utama dari reli harga ini adalah langkah strategis Departemen Keuangan Amerika Serikat. Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan rencana untuk melipatgandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang (long-term bond buybacks). Kebijakan ini secara langsung menekan imbal hasil (yield) obligasi AS, yang kemudian mendorong investor untuk beralih mencari aset dengan risiko lebih tinggi, termasuk aset digital.

Baca juga:
Doa yang Diturunkan Saat Gunung Meletus, Kini Bisa Dijadikan Pedoman Saat Anak Krakatau Erupsi Besok
➜

Selain faktor makroekonomi, arus kas masuk (inflow) yang masif ke dalam ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat turut memperkuat fondasi kenaikan harga. Berikut adalah rincian faktor-faktor pendorong pasar selama pekan ini:

  • Inflow ETF: Sebanyak 13 dana ETF Bitcoin menarik lebih dari $1 miliar dalam satu minggu, menandai aliran modal institusional terbesar sejak Januari.
  • Likuidasi Short: Terjadi gelombang likuidasi posisi bearish (short) yang mencapai $2,5 miliar, yang secara teknis memaksa harga untuk naik lebih cepat (short squeeze).
  • Dukungan Politik: Presiden Donald Trump dilaporkan telah bertemu dengan para eksekutif industri kripto, termasuk perwakilan dari Coinbase, serta mendorong percepatan “Clarity Act” di Senat untuk menciptakan kerangka regulasi yang jelas.

Dampak dari reli ini tidak hanya dirasakan pada aset kripto itu sendiri, tetapi juga merambah ke saham-saham perusahaan yang terkait dengan ekosistem digital. Saham Coinbase mencatatkan kenaikan 8,2%, diikuti oleh MicroStrategy yang naik 6%, dan Circle yang melaju 5,2%. Meskipun demikian, para analis tetap memberikan catatan waspada. Meskipun bitcoin telah mencapai angka sekitar $77.500 hingga $78.000, harga ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah menyentuh angka $126.000 pada Oktober lalu.

Baca juga:
Daftar lengkap 12 bank yang resmi ditutup dalam delapan bulan terakhir, lengkap dengan alasan penutupan dan dampaknya bagi nasabah
➜

Beberapa pakar pasar, termasuk Shawn Young dari MEXC Research, berpendapat bahwa dorongan menuju $70.000 mungkin terasa prematur jika kondisi pasar berubah. Ketidakpastian tetap ada, terutama jika imbal hasil obligasi kembali melonjak akibat kekhawatiran inflasi atau intervensi kebijakan fiskal yang tidak terduga. Para investor kini tengah menanti pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di simposium ekonomi Jackson Hole minggu depan untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya.

Di sisi lain, dinamika pasar global juga dipengaruhi oleh ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada yang baru-baru ini mengalami kebuntuan, serta berbagai isu geopolitik lainnya. Namun, untuk saat ini, fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada stabilitas harga bitcoin dan bagaimana kebijakan fiskal AS akan terus memengaruhi minat terhadap aset berisiko di masa mendatang.

Baca juga:
Freeport menargetkan peningkatan produksi emas hingga 31 ton pada tahun depan, mengandalkan ekspansi tambang dan teknologi penambangan terbaru
➜

Secara keseluruhan, kombinasi antara kebijakan pembelian obligasi pemerintah, dukungan regulasi yang mulai menguat, dan masuknya dana institusional melalui ETF telah menciptakan badai sempurna bagi kenaikan harga kripto. Walaupun volatilitas tetap menjadi karakteristik utama, momentum yang ditunjukkan oleh bitcoin saat ini memberikan sinyal optimisme baru bagi adopsi aset digital secara luas di panggung ekonomi global.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *