Ekonomi terus tumbuh, namun Purbaya menegaskan masyarakat masih merasakan kekurangan; kami tak lagi hidup di surga

Ekonomi terus tumbuh, namun Purbaya menegaskan masyarakat masih merasakan kekurangan; kami tak lagi hidup di surga.

Pertumbuhan Ekonomi yang Tidak Merata

Pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh di Indonesia belum secara otomatis menghapus semua ketidaksetaraan dan kekurangan yang dialami masyarakat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa meski perekonomian menunjukkan angka positif, masih banyak lapisan masyarakat yang merasakan tekanan ekonomi. Ia menekankan bahwa peningkatan tabungan secara agregat, terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dua digit, tidak selalu berarti setiap individu dapat menikmati hasil pertumbuhan tersebut.

Baca juga:
Waspada Penipuan Tiket Kereta Pakai PayLater, Begini Modusnya: cara pelaku memanfaatkan layanan cicilan untuk menipu pembeli dan langkah pencegahan yang harus diambil
➜

Purbaya menambahkan bahwa sebagian besar masyarakat mungkin harus menyesuaikan kebutuhan mereka dan menggunakan tabungan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. “Walaupun ekonomi tumbuh cepat nantinya, pasti ada masyarakat yang belum terkena dampaknya. Saya harapkan dengan makin cepat pertumbuhannya, makin sedikit orang yang merasakan hal itu,” ujar Purbaya saat berbicara di Kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Selasa (8/9/2026).

Upaya Pemerintah Mempercepat Pertumbuhan

Pemerintah berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menambah likuiditas ke dalam sistem perekonomian pada bulan Juli dan awal Agustus 2026. Kebijakan ini bertujuan memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat secara lebih merata. Purbaya berharap langkah tersebut dapat mengurangi ketimpangan dan mempercepat pencapaian kesejahteraan bagi semua lapisan.

Namun, Purbaya juga menegaskan bahwa tekanan ekonomi masih terasa pada sebagian masyarakat karena Indonesia baru keluar dari perlambatan ekonomi sejak September 2025. Ia menilai lapisan bawah paling rentan ketika kondisi ekonomi mengalami gejolak. Purbaya menjelaskan bahwa kekurangan merupakan kondisi yang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan dalam kehidupan masyarakat. Ia menyebut konsep scarcity sebagai bagian dari persoalan utama yang perlu dihadapi.

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesejahteraan Sosial

Ekonomi terus tumbuh, namun tidak semua lapisan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Pertumbuhan GDP yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan nasional, namun distribusi pendapatan yang tidak merata dapat menyebabkan ketidaksetaraan. Purbaya menunjukkan bahwa meski tabungan masyarakat meningkat secara agregat, individu di bawah garis kemiskinan mungkin masih terpaksa mengurangi kebutuhan pokok dan menahan tabungan untuk kebutuhan mendesak.

Baca juga:
Harga Emas Antam pada 22 September 2026 turun tipis, berikut rincian lengkap pergerakan harga dan faktor yang memengaruhi pasar
➜

Perubahan struktur ekonomi, seperti peningkatan sektor jasa dan digitalisasi, juga dapat memperluas lapangan pekerjaan namun tidak selalu menciptakan pekerjaan dengan upah yang layak. Purbaya menekankan perlunya kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung pertumbuhan inklusif, termasuk akses ke layanan keuangan bagi masyarakat miskin dan program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Peran Likuiditas dalam Menstabilkan Pasar

Pemberian likuiditas tambahan oleh pemerintah bertujuan menstabilkan pasar keuangan dan mendorong investasi. Dengan lebih banyak uang yang beredar, perusahaan dapat mengakses modal lebih mudah, meningkatkan produksi, dan menciptakan lapangan kerja. Namun, Purbaya mengingatkan bahwa likuiditas yang berlebihan juga dapat menimbulkan inflasi jika tidak diimbangi dengan kebijakan fiskal yang tepat.

Dalam konteks ini, pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh harus diimbangi dengan pengawasan inflasi dan kebijakan moneter yang responsif. Purbaya menegaskan pentingnya koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan dan tidak menimbulkan ketidakstabilan harga barang konsumsi.

Kesadaran Sosial dan Perubahan Pola Konsumsi

Pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh juga menuntut perubahan pola konsumsi masyarakat. Purbaya menyoroti bahwa sebagian masyarakat mungkin mengurangi kebutuhan dan menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang dapat menurunkan daya beli jangka panjang. Pendidikan keuangan menjadi kunci agar masyarakat dapat mengelola tabungan dan investasi secara bijaksana.

Baca juga:
Maruarar tingkatkan ambisi, target bedah rumah dinaikkan menjadi 400.000 unit tahun ini untuk percepatan penyediaan hunian
➜

Program literasi keuangan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengelola risiko. Dengan kesadaran sosial yang tinggi, masyarakat dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup tanpa tergantung pada tabungan satu kali.

Strategi Jangka Panjang untuk Mengatasi Scarcity

Purbaya menekankan bahwa konsep scarcity tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, strategi jangka panjang dapat meminimalkan dampaknya. Salah satu upaya adalah meningkatkan produktivitas melalui investasi pada infrastruktur, pendidikan, dan teknologi. Dengan meningkatkan efisiensi produksi, biaya barang dapat turun, sehingga menurunkan tekanan ekonomi pada masyarakat.

Selain itu, kebijakan redistribusi pendapatan melalui pajak progresif dan program sosial dapat menyeimbangkan ketimpangan. Purbaya menekankan perlunya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan solusi inovatif yang meningkatkan akses ke layanan keuangan, kesehatan, dan pendidikan.

Kesimpulan

Ekonomi terus tumbuh, namun Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya menghapus ketidaksetaraan dan kekurangan. Pemerintah berupaya mempercepat pertumbuhan dengan menambah likuiditas, namun masih banyak lapisan masyarakat yang merasakan tekanan ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif, diperlukan kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi, pendidikan keuangan yang meluas, serta upaya meningkatkan produktivitas dan redistribusi pendapatan. Hanya dengan langkah-langkah terintegrasi, Indonesia dapat mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *