Es Kepal Milo, jajanan viral asal Malaysia yang sempat mengguncang dunia kuliner Indonesia pada 2018, kini kembali dibicarakan sebagai tren nostalgia manis

Es Kepal Milo, jajanan viral asal Malaysia yang sempat mengguncang dunia kuliner Indonesia pada 2018, kini kembali dibicarakan sebagai tren nostalgia manis.

Asal Usul dan Penemuan Es Kepal Milo

Es Kepal Milo pertama kali muncul di kalangan masyarakat Malaysia sebagai alternatif minuman dingin yang inovatif. Konsepnya sederhana: es serut diisi dengan campuran Milo, susu, dan gula, kemudian dihidangkan dalam gelas transparan agar tampak menawan. Seiring berjalannya waktu, penjual kecil di pasar tradisional mulai bereksperimen dengan variasi rasa, menambahkan buah-buahan segar atau topping krim, sehingga menciptakan variasi yang tak terbatas.

Baca juga:
Rencana Besar KAI Bersama Pemprov Bali: Menyiapkan Infrastruktur Kereta Api Pertama di Pulau Dewata untuk Dorong Pariwisata

Di Indonesia, Es Kepal Milo masuk ke radar publik pada awal 2018 melalui media sosial. Foto-foto gelas es serut yang berkilau dengan lapisan coklat dan susu menarik perhatian jutaan pengguna internet. Video singkat tentang cara membuatnya menjadi viral di platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, menambah momentum penyebaran.

Perkembangan Popularitas di Tahun 2018

Setelah mendapat sorotan, banyak penjual kaki lima di kota-kota besar mulai menawarkan Es Kepal Milo. Penjual tidak hanya berada di pasar tradisional, tetapi juga di jantung kota, di dekat stasiun, dan di sepanjang trotoar. Kafe-kafe kecil dan gerai kopi mulai menambahkan Es Kepal Milo ke menu mereka, menyesuaikan dengan tren makanan manis yang sedang booming. Harga jual di pasar kaki lima berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000, sementara di kafe lebih mahal, mencapai Rp25.000 hingga Rp35.000, tergantung pada ukuran dan topping tambahan.

Es Kepal Milo tidak hanya menjadi minuman, melainkan juga menjadi simbol kebersamaan dan nostalgia bagi generasi muda. Banyak orang mengingat saat mereka pertama kali mencicipinya di warung dekat sekolah atau di kafe teman. Ini menjadikan Es Kepal Milo lebih dari sekadar makanan, melainkan juga pengalaman sosial.

Faktor yang Mendorong Kebangkitan Kembali

Setelah puncaknya pada 2018, popularitas Es Kepal Milo perlahan mereda. Namun, pada akhir 2023 dan awal 2024, muncul tren nostalgia yang memunculkan kembali minat pada jajanan yang pernah populer. Penyebaran cerita tentang Es Kepal Milo di grup WhatsApp dan Threads memicu rasa penasaran generasi yang lebih muda. Mereka ingin mencoba kembali kenikmatan yang dulunya pernah mereka rasakan.

Selain itu, tren makanan retro semakin menonjol di kalangan influencer kuliner. Mereka mempromosikan Es Kepal Milo sebagai “makanan nostalgia” yang menggugah selera. Dengan gaya visual yang menarik, video “Make‑over” Es Kepal Milo menjadi viral di platform seperti TikTok dan YouTube, menambah momentum kebangkitan.

Baca juga:
Isyana Sarasvati siap menggebrak Lollapalooza India 2027, berbagi panggung dengan Olivia Dean, 5 Seconds of Summer, dan KATSEYE

Dampak Sosial dan Ekonomi

Es Kepal Milo mempengaruhi industri makanan kecil di Indonesia. Penjual kaki lima yang dulu bergantung pada penjualan harian kini menemukan peluang baru untuk menarik pelanggan dengan menambahkan varian rasa. Kafe yang menyesuaikan menu mereka dengan Es Kepal Milo merasakan peningkatan kunjungan, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.

Dari sisi ekonomi, penjualan Es Kepal Milo menambah pendapatan bagi para penjual kecil. Meskipun tidak sebesar bisnis besar, namun volume penjualan yang meningkat secara signifikan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, tren ini membuka peluang bagi produsen bahan baku, seperti susu, Milo, dan es serut, untuk meningkatkan permintaan.

Secara sosial, Es Kepal Milo menjadi platform bagi orang-orang untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mengingat masa lalu. Di era digital, di mana kebersamaan seringkali terkesan virtual, makanan ini kembali menjadi jembatan yang menghubungkan generasi.

Reaksi Penjual dan Konsumen

Para penjual di kota besar melaporkan peningkatan penjualan. Beberapa penjual bahkan menambahkan topping baru, seperti krim kocok, buah mangga, atau coklat hitam. Konsumen menunjukkan minat pada variasi rasa, menandakan bahwa Es Kepal Milo tidak hanya sekadar nostalgia, tetapi juga inovasi dalam dunia minuman dingin.

Di media sosial, komentar tentang Es Kepal Milo seringkali bersifat positif. Pengguna mengingat kenangan masa kecil dan mengajak teman-teman mereka untuk mencicipinya kembali. Hal ini menunjukkan bahwa Es Kepal Milo memiliki daya tarik emosional yang kuat.

Baca juga:
El Niño Masih Berpotensi Kuat di Indonesia; Persiapan Penting yang Harus Dilakukan Pemerintah dan Masyarakat

Potensi Masa Depan Es Kepal Milo

Dengan tren nostalgia yang masih kuat, Es Kepal Milo memiliki peluang untuk kembali menjadi bagian integral dari menu jajanan di Indonesia. Penjual dapat memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, sementara kafe dapat menambahkan varian premium dengan harga yang lebih tinggi.

Selain itu, kolaborasi dengan merek minuman atau kopi dapat menciptakan produk edisi terbatas, menambah eksklusivitas dan daya tarik. Misalnya, kolaborasi dengan merek Milo atau merek kopi lokal dapat menghasilkan varian rasa yang unik dan menarik.

Kesimpulan

Es Kepal Milo, yang sempat mengguncang dunia kuliner Indonesia pada 2018, kini kembali menjadi topik hangat. Dari asal usulnya di Malaysia hingga kebangkitan nostalgia di kalangan generasi muda, Es Kepal Milo menunjukkan bagaimana sebuah jajanan sederhana dapat menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan inovasi rasa, Es Kepal Milo berpotensi menjadi ikon kuliner yang terus berkembang, membawa kenikmatan dan kebersamaan bagi banyak orang di masa depan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *