Lensa Informasi – 26 Agustus 2026 | Dunia tenis Indonesia kembali menyoroti performa gemilang petenis andalannya, janice tjen, yang baru saja menyelesaikan perjuangan luar biasa di ajang WTA 500 Monterrey Open 2026 di Meksiko. Meskipun langkahnya harus terhenti di babak perempat final, pencapaian ini menegaskan posisi Janice sebagai salah satu kekuatan baru di sirkuit profesional dunia yang kini menduduki peringkat 35 besar dunia.
Perjalanan Janice di turnamen ini dimulai dengan drama yang memacu adrenalin. Pada babak 32 besar, ia harus menghadapi petenis tangguh asal Ukraina, Dayana Yastremska. Dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 17 menit tersebut, Janice menunjukkan mentalitas juara yang luar biasa. Setelah sempat tertinggal satu set, ia bangkit dengan memenangkan set kedua 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan. Melalui drama tie-break yang sangat ketat, Janice berhasil menutup kemenangan dengan skor 2-6, 6-3, 7-6(5).
Namun, mimpi untuk melangkah lebih jauh ke semifinal harus kandas saat ia berhadapan dengan wakil Ukraina lainnya, Yuliia Starodubtseva, di babak perempat final. Bertanding di lapangan keras Monterrey, Janice yang datang sebagai unggulan ketujuh memberikan perlawanan sengit selama 1 jam 51 menit. Meskipun sempat memimpin 4-3 di set pertama, kesalahan servis di momen krusial membuat Starodubtseva mampu membalikkan keadaan dan menutup set pertama 6-4.
Pada set kedua, Janice mencoba tampil lebih agresif. Ia bahkan sempat mengejar ketertinggalan dan mengubah keadaan menjadi 3-2. Sayangnya, momentum tersebut kembali hilang akibat kesalahan beruntun. Starodubtseva yang bermain lebih tenang dan konsisten akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 6-3. Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan perempat final tersebut:
| Statistik Pertandingan | Janice Tjen | Yuliia Starodubtseva |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 4-6, 3-6 | 6-4, 6-3 |
| Jumlah Ace | 0 | 5 |
| Double Fault | 3 | 2 |
| Total Poin Menang | 61 (47%) | 68 (53%) |
Keberhasilan Janice menembus delapan besar di turnamen level WTA 500 bukanlah sebuah kebetulan. Pelatihnya, Chris Bint, mengungkapkan bahwa perkembangan Janice sangat signifikan dalam setahun terakhir. Sejak kemunculannya yang mengejutkan di US Open beberapa waktu lalu, Janice telah bertransformasi dari pemain di luar peringkat 140 dunia menjadi pemain top 40 yang disegani.
Chris Bint menekankan bahwa aspek yang paling mengesankan dari janice tjen adalah kemauan belajarnya yang sangat tinggi. Meskipun harus menjalani jadwal perjalanan yang sangat padat—rata-rata 45 minggu dalam setahun di perjalanan—Janice tetap menunjukkan dedikasi untuk terus mengembangkan permainan, terutama dalam hal pengambilan keputusan saat bermain di tempo tinggi dan penguatan pukulan forehand.
Meskipun hasil di Monterrey belum membuahkan gelar, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa janice tjen adalah aset berharga bagi olahraga tenis Indonesia. Dengan peringkat 35 dunia, ia kini menjadi salah satu pemain terbaik dari Asia Tenggara, bersaing ketat di level tertinggi tenis putri dunia. Fokus selanjutnya adalah memperbaiki konsistensi servis dan ketenangan di poin-poin kritis untuk kembali naik ke podium juara.

Tinggalkan Balasan