Lensa Informasi – 23 Agustus 2026 | Kemeriahan ajang lari internasional bergengsi kembali menyapa Pulau Dewata. Menjelang puncak kompetisi, antusiasme peserta dalam menyambut maybank marathon 2026 terlihat sangat tinggi, ditandai dengan ribuan pelari yang memadati Bali United Training Center (BUTC) di Gianyar untuk melakukan pengambilan Race Pack Collection (RPC). Ajang yang menyandang predikat Elite Label Road Race dari World Athletics ini tidak hanya menjanjikan kompetisi fisik yang intens, tetapi juga membawa misi besar bagi keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan sosial.
Pada Sabtu (22/8/2026), rangkaian acara diawali dengan Maybank Marathon Sustainability Day 2026. Melalui agenda ini, PT Bank Maybank Indonesia Tbk menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk menjadikan ajang ini sebagai maraton netral karbon (Carbon-Neutral Marathon) pada tahun 2030. Semangat ini diwujudkan melalui gerakan ‘Jejak Hijau’ yang menjadi bagian dari pilar strategis ROAR30 Maybank, yakni Impacting Society Positively.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menekankan bahwa keberhasilan misi keberlanjutan ini sangat bergantung pada sinergi antar pihak. Menurutnya, kolaborasi antara penyelenggara, mitra seperti Visa dan BMW Group, serta masyarakat adalah kunci untuk menciptakan dampak yang melampaui lintasan lomba, demi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Perayaan Satu Dekade Pemberdayaan Perempuan
Selain fokus pada lingkungan, Sustainability Day 2026 juga menjadi momen bersejarah bagi inisiatif Maybank Women Eco-Weavers (MWEW). Program yang telah berjalan selama sepuluh tahun ini berfokus pada pelestarian warisan tenun di kawasan Asia Tenggara, mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Laos. Melalui rangkaian gelar wicara dan lokakarya, MWEW terus berupaya memberdayakan komunitas penenun perempuan agar dapat mandiri secara ekonomi sekaligus melestarikan budaya lokal.
Partisipasi Global dan Aksi Sosial Pelari
Tahun ini, maybank marathon 2026 mencatatkan angka partisipasi yang luar biasa dengan total sekitar 14.100 pelari yang berasal dari 46 negara. Para peserta akan berkompetisi dalam tiga kategori utama, yakni 10 kilometer, 21 kilometer, dan maraton penuh 42 kilometer. Menariknya, semangat olahraga kali ini juga dibarengi dengan kepedulian sosial yang tinggi.
Sebanyak 36 pelari telah mendaftarkan diri untuk menjalankan misi penggalangan dana amal. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui enam mitra lembaga swadaya masyarakat untuk berbagai program, mulai dari konservasi alam hingga bantuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tren ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya:
| Tahun | Jumlah Pelari Amal | Total Dana Terkumpul |
|---|---|---|
| 2024 | 23 orang | Rp478 Juta |
| 2025 | 28 orang | Rp725 Juta |
| 2026 | 36 orang | (Sedang berjalan) |
Di sisi lain, manajemen penyelenggara juga menerapkan standar keamanan dan akurasi data yang lebih ketat. Direktur IT & Digital Maybank Indonesia, Bambang Andri Irawan, menjelaskan bahwa proses pengambilan race pack kini menggunakan sistem verifikasi wajah. Hal ini dilakukan untuk memastikan data pelari akurat dan dapat digunakan sebagai langkah darurat jika terjadi insiden medis selama perlombaan.
Antusiasme peserta terlihat dari kerumunan di BUTC. Salah satu peserta, Jolanda Stephana asal Solo, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam kategori half marathon yang telah lama menjadi impiannya. Meskipun cuaca Bali cukup terik, semangat para pelari dari berbagai penjuru dunia tetap membara menyambut hari perlombaan yang akan digelar pada Minggu (23/8/2026).
Secara keseluruhan, maybank marathon 2026 telah bertransformasi dari sekadar ajang kompetisi atletik menjadi sebuah gerakan kolektif. Dengan memadukan prestasi olahraga, pelestarian budaya melalui MWEW, aksi nyata keberlanjutan lingkungan, serta penggalangan dana sosial, ajang ini membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi katalisator perubahan positif bagi dunia.

Tinggalkan Balasan