Atlet disabilitas asal Kediri, Eifie Julian Hikmah, akhirnya menembus pintu Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), menandai akhir perjuangan panjangnya untuk masuk perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.
Perjalanan Gagal hingga Menembus PBUTM
Sejak usia muda, Eifie Julian Hikmah telah menunjukkan tekad yang kuat untuk meraih pendidikan tinggi, meskipun harus menempuh jalur yang lebih menantang dibandingkan rekan-rekannya. Ia pernah mencoba masuk UGM melalui jalur reguler, namun tidak berhasil. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan usaha melalui jalur lain, seperti seleksi masuk mahasiswa baru (SMB) dan program beasiswa lainnya. Setiap kali gagal, Eifie tidak menyerah. Ia terus mempersiapkan diri, meningkatkan nilai, dan memperluas pengetahuan di bidang akuntansi.
Ketika peluang PBUTM terbuka, Eifie memutuskan untuk melamar. PBUTM ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi tinggi namun belum mampu secara finansial. Proses seleksi PBUTM menilai kemampuan akademik, potensi kepemimpinan, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Eifie berhasil menonjol di antara ribuan pelamar, berkat kombinasi nilai akademik yang kuat dan bukti nyata dedikasi melalui kegiatan sosial dan olahraga.
Setelah diterima, Eifie menjadi mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM angkatan 2025. Keberhasilannya menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang, khususnya komunitas disabilitas di wilayah Jawa Timur.
Pengalaman Sebagai Atlet Disabilitas
Selain menempuh pendidikan, Eifie juga aktif berkompetisi sebagai atlet disabilitas. Ia berlatih secara rutin dan berpartisipasi dalam kompetisi regional. Kegiatan olahraga ini tidak hanya menambah nilai tambah dalam proses seleksi PBUTM, tetapi juga memperkuat karakter dan disiplin yang menjadi kunci kesuksesannya. Ia sering mengingatkan bahwa latihan fisik harus disertai dengan mental yang kuat, “kalau capek, istirahat sebentar dulu tidak apa-apa, terus lanjut lagi usaha.”
Keberhasilan Eifie dalam dunia olahraga dan akademik menunjukkan bahwa atlet disabilitas dapat bersaing di level tertinggi jika diberi kesempatan yang setara. Ia menjadi contoh bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi potensi seseorang untuk meraih prestasi.
Motivasi dan Mimpi Ayah
Semangat Eifie tidak hanya berasal dari dirinya sendiri; ia juga terinspirasi oleh ayahnya yang pernah bermimpi memiliki anak yang sukses di bidang akademik. Ayah Eifie, yang dulu berjuang di bidang ekonomi keluarga, selalu menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci perubahan hidup. Kini, Eifie bertekad untuk mewujudkan impian ayahnya dengan menjadi mahasiswa UGM yang cemerlang.
Dalam setiap langkahnya, Eifie mengingat kata-kata ayahnya: “Berjuanglah, jangan takut gagal.” Pesan tersebut menjadi landasan bagi setiap keputusan yang ia ambil, baik itu dalam persiapan ujian masuk maupun pelatihan atlet. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak datang tanpa perjuangan, dan setiap kegagalan hanyalah batu loncatan menuju pencapaian tujuan.
Dampak Sosial dan Inspirasi bagi Komunitas
Keberhasilan Eifie membawa dampak positif bagi komunitas disabilitas di Kediri dan sekitarnya. Ia menjadi panutan bagi remaja dengan kondisi fisik yang sama, menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dan karier profesional dapat dicapai. Banyak pelajar di daerah tersebut yang kini lebih termotivasi untuk mengikuti proses seleksi PBUTM dan meraih kesempatan yang sama.
Selain itu, keberhasilan Eifie juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah dan perguruan tinggi dalam menyediakan jalur akses bagi mahasiswa berpenghasilan rendah. PBUTM menjadi contoh program yang efektif untuk mengurangi kesenjangan pendidikan. Keberhasilan Eifie menggarisbawahi perlunya dukungan berkelanjutan bagi calon mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
Peran Universitas Gadjah Mada dalam Mendukung
UGM menunjukkan komitmen kuat terhadap inklusi pendidikan. Program PBUTM tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga fasilitas pendukung seperti bimbingan akademik, akses ke laboratorium, dan layanan kesehatan bagi mahasiswa berpenghasilan rendah. Eifie memanfaatkan semua fasilitas ini untuk menyesuaikan kebutuhan pelatihannya sebagai atlet disabilitas.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM juga menawarkan program akuntansi yang terintegrasi dengan praktik industri. Eifie berkesempatan mengikuti magang di perusahaan terkemuka, yang memperkaya pengalaman praktisnya. Kesempatan ini membuka peluang karier di masa depan, baik di dunia profesional maupun sebagai pelatih olahraga.
Rencana Masa Depan dan Visi Jangka Panjang
Setelah masuk UGM, Eifie berencana untuk menyelesaikan studi akuntansi dengan predikat cum laude. Ia juga ingin memperdalam ilmu keuangan publik agar dapat membantu pengelolaan dana bagi organisasi non-profit yang mendukung atlet disabilitas. Rencananya, ia akan melanjutkan studi ke jenjang master di luar negeri, guna mendapatkan perspektif global dalam bidang akuntansi dan manajemen olahraga.
Selain fokus pada studi, Eifie juga berencana membuka pelatihan olahraga bagi anak-anak disabilitas di Kediri. Ia ingin menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bakat lokal dan menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan remaja disabilitas. Visi jangka panjangnya adalah menjadi pemimpin di sektor olahraga dan pendidikan, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tinggi dan karier profesional dapat dicapai oleh siapa saja.
Kesimpulan
Perjalanan atlet disabilitas asal Kediri, Eifie Julian Hikmah, menegaskan bahwa tekad, kerja keras, dan dukungan kebijakan dapat membuka pintu bagi siapa pun. Gagal beberapa kali tidak menghentikannya; justru ia menguatkan tekadnya. Dengan masuk UGM melalui PBUTM, ia tidak hanya menggapai impian pribadi, tetapi juga mewujudkan harapan ayahnya dan memberi inspirasi bagi gener

Tinggalkan Balasan