Stadion Sultan Agung memperoleh nilai 74,92â¯% dalam risk assessment terbaru yang dilakukan oleh Manajemen dan Match Organizing Committee (MOC) PSIM Yogyakarta bersamaan dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY. Hasil ini menandai langkah penting PSIM dalam mempersiapkan stadion untuk menjadi tuan rumah BRI Super League 2026/2027. Penilaian ulang ini, yang digelar pada Senin (24/8/2026) pagi di Bantul, meninjau secara menyeluruh semua aspek infrastruktur dan fasilitas keselamatan di Stadion Sultan Agung.
Proses Penilaian Risiko Ulang di Stadion Sultan Agung
Manajer Operasional PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menjelaskan bahwa re-risk assessment ini mencakup evaluasi detail tribune penonton, pintu darurat, jalur evakuasi, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Ditpamobvit memeriksa setiap titik kritis, mulai dari sistem penerangan hingga fasilitas medis. âKami memastikan bahwa setiap elemen keamanan memenuhi standar nasional dan internasional,â kata Wendy pada Selasa (25/8/2026).
Penilaian ini tidak hanya menilai kondisi fisik stadion, tetapi juga menilai kesiapan personel dan prosedur darurat. Tim audit menilai pelatihan staf keamanan, koordinasi dengan pihak kepolisian, serta rencana evakuasi yang terintegrasi. Selain itu, evaluasi mencakup sistem komunikasi darurat, termasuk jaringan radio dan panggilan darurat, yang penting untuk koordinasi cepat dalam situasi kritis.
Nilai 74,92â¯% dan Implikasi bagi PSIM Yogyakarta
Nilai 74,92â¯% yang dicapai oleh Stadion Sultan Agung menunjukkan bahwa stadion berada pada tingkat kesiapan yang cukup tinggi, namun masih terdapat ruang untuk perbaikan. Menurut standar penilaian risiko, nilai di atas 70â¯% dianggap layak untuk operasi reguler, namun rekomendasi perbaikan tetap diperlukan untuk mencapai tingkat keamanan optimal.
PSIM Yogyakarta menanggapi hasil ini dengan serius. Wendy Umar menyatakan bahwa rekomendasi Ditpamobvit akan segera diimplementasikan. Beberapa rekomendasi utama termasuk peningkatan kapasitas fasilitas medis, penyediaan perlengkapan darurat tambahan, serta penyempurnaan rencana evakuasi yang lebih rinci. âKami berkomitmen untuk menindaklanjuti semua saran ini sebelum musim kompetisi dimulai,â ujarnya.
Upaya Pembenahan Fasilitas untuk Keamanan dan Kenyamanan Penonton
PSIM Yogyakarta telah memulai program pembenahan fasilitas di Stadion Sultan Agung. Program ini mencakup peningkatan sistem penerangan di area tribune, penambahan pintu darurat tambahan, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang lebih baik. Selain itu, stadion akan dilengkapi dengan sistem pemantauan CCTV yang lebih canggih untuk meningkatkan pengawasan keamanan.
Untuk kenyamanan penonton, PSIM berencana menambah fasilitas toilet dan area istirahat yang lebih luas. Peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga menjadi prioritas, termasuk penambahan kursi roda dan fasilitas toilet khusus. âKami ingin setiap pengunjung merasa aman dan nyaman saat menikmati pertandingan,â kata Wendy.
Dampak Positif bagi BRI Super League 2026/2027
Keberhasilan re-risk assessment dan rencana pembenahan fasilitas akan memberikan dampak positif bagi BRI Super League 2026/2027. Stadion Sultan Agung menjadi tempat yang aman dan menarik bagi para fans, sekaligus menambah reputasi PSIM Yogyakarta sebagai penyelenggara kompetisi yang profesional.
Selain itu, peningkatan fasilitas medis dan keamanan di stadion akan mengurangi risiko cedera dan insiden selama pertandingan. Hal ini penting untuk menjaga integritas kompetisi dan memastikan bahwa semua pihak, mulai dari pemain hingga penonton, dapat menikmati pertandingan tanpa kekhawatiran.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Stadion Sultan Agung berhasil mencapai nilai 74,92â¯% dalam risk assessment, menandai kesiapan tinggi namun masih ada ruang perbaikan. PSIM Yogyakarta berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi Ditpamobvit melalui program pembenahan fasilitas yang komprehensif. Dengan langkah ini, stadion akan siap menyambut BRI Super League 2026/2027 dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal. Pelaksanaan perbaikan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola nasional.

Tinggalkan Balasan