Wamensos mengimbau pemerintah Flores Timur dan Mamasa percepat penyediaan lahan bagi pembangunan Sekolah Rakyat

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan pentingnya penyediaan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat di Flores Timur dan Mamasa, Sulawesi Barat, pada pertemuan di Kantor Kemensos Jakarta pada 9 September 2026. Panggilan tersebut menyoroti peran sekolah gratis sebagai strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sesuai program Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan Strategis di Jakarta

Wamensos Agus Jabo Priyono menerima audiensi bersama Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Festiniwaty Paitonan. Di ruang konferensi, ketiganya membahas langkah konkret dalam mengimplementasikan program Sekolah Rakyat. Agus menekankan bahwa program ini bukan sekadar kebijakan, melainkan sebuah komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak miskin di seluruh wilayah.

Bupati Flores Timur menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten telah memprioritaskan pengembangan infrastruktur pendidikan, namun masih menghadapi kendala dalam penataan lahan. Ia mengungkapkan kebutuhan mendesak akan lahan yang dapat disewa atau dibeli secara permanen, sehingga sekolah dapat berdiri secara stabil tanpa tergantung pada fasilitas sementara.

Sementara Kepala Dinas Sosial Mamasa menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat akan menjadi jembatan bagi masyarakat miskin untuk mengakses pendidikan gratis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, dinas sosial, dan lembaga swadaya masyarakat dalam mengidentifikasi lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh anak-anak.

Visi Presiden Prabowo Subianto

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian integral dari agenda Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dengan menyediakan fasilitas pendidikan gratis, Presiden berharap dapat mengurangi angka analfabetisme dan meningkatkan peluang generasi muda di daerah terpencil. Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Agus Jabo juga menyoroti bahwa pendidikan adalah alat paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Ia mengatakan, “Sekolah Rakyat ini kan upaya presiden menjawab anak-anak miskin ini supaya bisa sekolah. Jadi, cara memutus transmisi kemiskinan antargenerasi ya sekolah, pendidikan, hanya itu. Kita memberikan mereka bekal ilmu.”

Peran Pemerintah Kabupaten dalam Penyediaan Lahan

Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Mamasa diharapkan segera menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat. Langkah ini mencakup proses identifikasi lahan, perizinan, dan koordinasi dengan pemilik tanah. Pemerintah juga harus memastikan bahwa lahan yang dipilih memenuhi standar keamanan, aksesibilitas, dan keberlanjutan lingkungan.

Di Flores Timur, Bupati Antonius Doni Dihen menggarisbawahi pentingnya kerja sama dengan masyarakat lokal. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif warga setempat akan mempercepat proses pemilihan lokasi dan memastikan keberlanjutan sekolah. Sementara di Mamasa, Kepala Dinas Sosial Festiniwaty Paitonan menekankan perlunya dukungan teknis dan keuangan dari pemerintah pusat serta lembaga donor.

Pengaruh Positif Sekolah Rakyat terhadap Komunitas

Dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak di Flores Timur dan Mamasa akan mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat partisipasi belajar, menurunkan angka putus sekolah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Selain itu, Sekolah Rakyat juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya bagi masyarakat. Sekolah yang terintegrasi dengan kegiatan sosial dapat memperkuat jaringan sosial, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Implementasi dan Tantangan Logistik

Meski visi dan komitmen kuat, implementasi Sekolah Rakyat menghadapi tantangan logistik. Penyediaan fasilitas bangunan, peralatan belajar, serta tenaga pendidik harus diselaraskan dengan penyediaan lahan. Wamensos Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran proses pembangunan.

Perlu juga dipertimbangkan faktor geografis, seperti aksesibilitas jalan menuju lokasi sekolah dan kondisi cuaca. Di daerah pegunungan atau terpencil, pembangunan infrastruktur transportasi menjadi kunci utama agar siswa dapat hadir secara teratur.

Peran Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat

Masyarakat setempat dan LSM memiliki peran penting dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Melalui partisipasi aktif, mereka dapat membantu memantau kualitas pendidikan, mengidentifikasi kebutuhan tambahan, serta menyalurkan bantuan sosial kepada siswa yang membutuhkan.

Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan LSM dapat memperluas jangkauan program. Dengan melibatkan LSM, pemerintah dapat memperoleh masukan langsung dari lapangan, sehingga program dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di daerah.

Kesimpulan

Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Mamasa diharapkan segera menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat, sesuai arahan Wamensos Agus Jabo Priyono. Langkah ini tidak hanya mendukung program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan kolaborasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, dan komitmen pemerintah, Sekolah Rakyat dapat menjadi landasan kuat bagi pembangunan sosial ekonomi di wilayah tersebut.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *