Tragedi di Eropa: Deadsquad cs Terlantar Akibat Promotor Nakal, Solidaritas Diaspora Selamatkan Tur

Tragedi di Eropa: Deadsquad cs Terlantar Akibat Promotor Nakal, Solidaritas Diaspora Selamatkan Tur

Lensa Informasi – 22 Agustus 2026 | Dunia musik metal tanah air tengah diselimuti kabar duka sekaligus penuh haru. Rangkaian tur internasional bertajuk Cataclysmic Summer Tour 2026 yang diikuti oleh grup metal ternama deadsquad, Jasad, dan Death Vomit, mengalami kendala fatal di Benua Biru. Ketiga band cadas kebanggaan Indonesia ini dilaporkan terlantar di Eropa setelah promotor lokal yang seharusnya bertanggung jawab, Diablo Productions, diduga melakukan tindakan tidak profesional yang merugikan seluruh rombongan.

Masalah ini bermula ketika berbagai komitmen yang telah disepakati sebelumnya, mulai dari penyediaan akomodasi, transportasi, hingga reservasi tempat pertunjukan, ternyata tidak dipenuhi oleh pihak promotor. Dampaknya sangat fatal; agenda pertunjukan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, terpaksa dibatalkan secara sepihak. Puncaknya terjadi saat rombongan tiba di London, di mana pihak venue The Underworld Camden menyatakan bahwa tidak ada reservasi resmi maupun pembayaran yang dilakukan oleh Diablo Productions. Situasi ini membuat 16 personel dan kru yang sedang menjalankan misi membawa nama bangsa di kancah internasional merasa terjebak tanpa kepastian.

Baca juga:
Gangguan teknis melanda Stasiun Jakarta Kota, menyebabkan layanan KRL hanya dapat melayani rute hingga stasiun Jayakarta

Kondisi yang sangat memprihatinkan ini sempat membuat rombongan terombang-ambing di Dublin, Irlandia. Tanpa adanya transportasi dan tempat menginap yang memadai, para musisi ini menghadapi risiko besar untuk kelangsungan tur mereka. Namun, di tengah situasi sulit tersebut, semangat gotong royong masyarakat Indonesia kembali teruji. Diaspora Indonesia yang menetap di Irlandia bergerak cepat memberikan bantuan nyata bagi deadsquad dan rekan-rekannya.

Seorang warga lokal Irlandia bernama Ailsa Dempsey bersama komunitas diaspora Indonesia di sana memberikan bantuan berupa tempat tinggal bagi seluruh kru. Selain bantuan fisik, mereka juga menginisiasi penggalangan dana melalui platform GoFundMe guna menutupi biaya transportasi darat dan tiket pesawat agar rombongan dapat melanjutkan perjalanan. Target penggalangan dana tersebut mencapai EUR 10.000 atau setara dengan kurang lebih Rp 170 juta untuk memastikan sisa jadwal tur tetap aman.

Baca juga:
Tragedi di Tol Batang: Pasutri Tewas dalam Ambulans Kecelakaan Saat Antar Jenazah Anak

Dukungan tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dari tanah air. Beberapa figur publik Indonesia turut memberikan donasi secara spontan untuk membantu beban finansial para musisi. Berikut adalah rincian dukungan yang telah terkumpul dari berbagai pihak:

  • Ailsa Dempsey & Diaspora Irlandia: Penyediaan akomodasi dan inisiasi penggalangan dana GoFundMe.
  • Boris Bokir: Memberikan donasi sebesar EUR 1.000 (sekitar Rp 20 juta).
  • Omesh: Memberikan donasi sebesar EUR 200 (sekitar Rp 4 juta).
  • Penggemar Setia: Melalui pembelian merchandise kolaborasi khusus Cataclysmic Tour 2026.

Meski sempat mengalami pukulan telak akibat ketidakprofesionalan promotor, perjalanan deadsquad dan kawan-kawan tidak berhenti di situ. Berkat langkah cepat manajemen, sisa rangkaian tur di Eropa kini telah diambil alih oleh promotor baru, DF Bookings. Hal ini memberikan angin segar bagi para penggemar bahwa mereka tetap dapat menyaksikan penampilan legendaris dari ketiga band tersebut di jadwal-jadwal berikutnya, termasuk rencana penampilan di Eindhoven, Belanda.

Baca juga:
Pria tewas di kebun Bogor ternyata korban tawuran; satu pelaku berhasil ditangkap polisi, penyelidikan terus digali

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi para pelaku industri musik internasional mengenai pentingnya profesionalisme dan kejelasan kontrak dalam penyelenggaraan tur lintas negara. Bagi deadsquad, Jasad, dan Death Vomit, ini adalah ujian mental yang luar biasa dalam perjalanan karier mereka di panggung dunia. Kini, seluruh mata tertuju pada keberlanjutan tur mereka, dengan harapan semangat musik metal tetap berkibar tinggi meski sempat dihantam badai ketidakpastian di Eropa.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *