Antisipasi potensi karhutla, PT BTB tingkatkan patroli serta pantau CCTV 24 jam di sepanjang Tol Bakauheni‑Terbanggi Besar

Antisipasi potensi karhutla, PT BTB tingkatkan patroli serta pantau CCTV 24 jam di sepanjang Tol Bakauheni‑Terbanggi Besar.

Reaksi Segera Setelah Kebakaran di Rute Tol

Kebakaran lahan kosong di sekitar ruas tol KM 81, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menandai awal dari serangkaian langkah mitigasi yang diambil PT Bakauheni‑Terbanggi Besar (PT BTB). Pada Minggu (30/8/2026), api muncul sekitar pukul 16.00 WIB, lalu laporan kebakaran diterima oleh petugas pada pukul 16.47 WIB. Regu piket Posko Jati Agung berangkat pukul 16.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.05 WIB. Penanganan cepat berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca juga:
Fenomena ‘Gurun Pasir’ di Sungai Barito: Antara Dampak Kemarau Ekstrem dan Kepastian Transportasi

Menurut Kepala Bidang Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Tidak ada kerugian material karena lahan yang terbakar merupakan lahan kosong. Namun, kejadian ini menyoroti risiko tinggi kebakaran lahan di sepanjang jalur tol, terutama di musim kering.

Peningkatan Patroli Lapangan sebagai Respons Utama

Menanggapi insiden tersebut, PT BTB segera menambah jumlah patroli lapangan di sepanjang rute Tol Bakauheni‑Terbanggi Besar. Tim patroli yang lebih banyak dan lebih sering berpatroli bertugas untuk mengawasi area rawan kebakaran, memeriksa kondisi vegetasi, serta mengidentifikasi potensi titik panas. Peningkatan patroli ini bertujuan untuk menekan waktu respon jika terjadi kebakaran serupa, sehingga dapat meminimalisir penyebaran api.

Patroli ini tidak hanya terbatas pada area sekitar KM 81. PT BTB mengembangkan rencana patroli yang mencakup seluruh rute tol, dengan fokus khusus pada titik-titik kritis seperti persimpangan, area parkir, dan kawasan perumahan yang berada di dekat jalur tol. Setiap patroli dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan pelatihan khusus mengenai penanganan kebakaran lahan.

Monitoring CCTV 24 Jam untuk Deteksi Dini

Selain patroli lapangan, PT BTB mengimplementasikan sistem pemantauan CCTV 24 jam di sepanjang tol. Kamera-kamera ini ditempatkan di titik strategis, termasuk di sekitar KM 81, dan terintegrasi dengan pusat kontrol PT BTB. Sistem ini memungkinkan petugas untuk secara real‑time mengamati kondisi lingkungan, mendeteksi asap, atau tanda-tanda kebakaran yang muncul secara dini.

Dengan pemantauan 24 jam, petugas dapat segera mengirimkan peringatan kepada tim pemadam kebakaran setempat jika terdeteksi adanya kebakaran atau potensi kebakaran. Hal ini mempersingkat waktu respons dan meningkatkan peluang pemadaman cepat sebelum api menyebar luas.

Baca juga:
Menhut menegaskan Presiden Prabowo terus memantau dan mendorong penanganan kebakaran hutan serta lahan secara intensif

Kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)

PT BTB tidak bekerja sendiri dalam upaya mitigasi kebakaran. Kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan (Damkarmat) menjadi kunci dalam koordinasi penanganan kebakaran. Ketika kebakaran terjadi, PT BTB segera menginformasikan kepada Damkarmat, yang kemudian mengirimkan regu pemadam kebakaran sesuai prosedur.

Kerja sama ini juga mencakup pertukaran data real‑time melalui sistem CCTV dan laporan patroli lapangan. Dengan demikian, kedua pihak dapat memonitor situasi secara menyeluruh, mengidentifikasi titik-titik rawan, dan menilai efektivitas langkah mitigasi yang diambil.

Kesadaran Masyarakat dan Pengguna Jalan

Selain langkah teknis, PT BTB juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan tentang bahaya kebakaran lahan serta cara pencegahan. Program sosialisasi ini mencakup penyuluhan mengenai pentingnya tidak membuang puntung rokok sembarangan, menjaga kebersihan area sekitar tol, serta melaporkan potensi kebakaran kepada pihak berwenang.

Informasi disebarkan melalui papan pengumuman di area tol, media sosial resmi PT BTB, dan kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat setempat. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik, sehingga setiap orang dapat berperan aktif dalam mencegah kebakaran lahan.

Prioritas Keselamatan Pengguna Jalan

Direktur PT BTB, Charles Giroth, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. “Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Karena itu, mitigasi kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan melalui CCTV, patroli lapangan, hingga sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya. Fokus ini memastikan bahwa setiap pengguna tol dapat menempuh perjalanan dengan aman, tanpa risiko kebakaran yang mengancam.

Baca juga:
Kapolda Riau Resmikan Pusat Studi di UNRI, Janjikan Penanganan Karhutla Lebih Terpadu dan Upaya Restorasi Lingkungan yang Efektif

Dampak Positif dan Tantangan yang Dihadapi

Dengan langkah-langkah ini, PT BTB berharap dapat menurunkan frekuensi kebakaran lahan di sepanjang tol. Peningkatan patroli dan pemantauan CCTV diharapkan dapat mendeteksi potensi kebakaran lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Selain itu, kolaborasi dengan Damkarmat memperkuat jaringan respon darurat, sehingga risiko penyebaran kebakaran dapat diminimalkan.

Namun, tantangan tetap ada. Peningkatan patroli memerlukan sumber daya manusia dan peralatan tambahan, yang dapat menambah beban operasional. Sistem CCTV 24 jam juga memerlukan pemeliharaan rutin dan tenaga teknis untuk memastikan sistem tetap berfungsi optimal. Selain itu, kesadaran masyarakat masih menjadi faktor penting; tanpa partisipasi aktif, upaya mitigasi dapat terbatas.

Langkah Selanjutnya dan Rencana Masa Depan

PT BTB berencana untuk memperluas jaringan CCTV ke area-area yang masih belum terjangkau, serta meningkatkan kapasitas patroli di zona rawan kebakaran. Selain itu, perusahaan akan mengevaluasi efektivitas setiap langkah mitigasi secara berkala, menggunakan data real‑time dari sistem CCTV dan laporan patroli lapangan.

Rencana jangka panjang juga mencakup pengembangan teknologi sensor kebakaran yang lebih canggih, seperti sensor asap dan suhu yang dapat terintegrasi dengan sistem monitoring. Dengan teknologi

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *