OJK perkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas

OJK perkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas, menjadi sorotan utama dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan lembaganya siap memperkuat koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) setelah Suahasil Nazara resmi menjabat Menteri Keuangan, guna menjaga sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Koordinasi KSSK: Pilar Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Friderica menegaskan bahwa harapan utama OJK adalah peningkatan koordinasi dalam kerangka KSSK. KSSK sendiri merupakan forum yang mengumpulkan berbagai lembaga keuangan, termasuk OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan, untuk menilai dan merespons risiko sistemik. Dalam konteks ini, OJK perkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas, menjadi strategi utama. Dengan adanya Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, OJK melihat peluang untuk memperdalam dialog regulasi dan kebijakan fiskal yang saling mendukung.

Baca juga:
Daftar lengkap 12 bank yang resmi ditutup dalam delapan bulan terakhir, lengkap dengan alasan penutupan dan dampaknya bagi nasabah

Friderica menilai Suahasil sebagai figur yang mumpuni, berdasarkan pengalaman kerjasama sebelumnya ketika Suahasil menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio Kementerian Keuangan. “Kami pernah bekerja sama dalam satu atap OJK. Jadi dalam hal ini, pertama, saya mengucapkan selamat. Kedua, beliau figur yang mumpuni. Dan yang ketiga, beliau pernah menjadi keluarga besar OJK,” ujar Friderica. Pernyataan ini menegaskan kepercayaan OJK terhadap kemampuan Suahasil dalam memimpin kebijakan fiskal dan regulasi keuangan.

Peran OJK dalam Regulasi dan Likuiditas

OJK perkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas, juga mencakup penguatan mekanisme regulasi. OJK bertugas memastikan lembaga keuangan mematuhi standar prudensial, termasuk pengawasan likuiditas dan modal. Dengan adanya koordinasi yang lebih erat, OJK dan Menkeu dapat mempercepat penyesuaian kebijakan regulasi untuk mengantisipasi risiko sistemik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan dan mencegah potensi krisis likuiditas yang dapat menimbulkan dampak negatif pada perekonomian nasional.

Selain itu, OJK berperan dalam memfasilitasi dialog antara sektor swasta dan pemerintah. Dalam rapat, Friderica mengapresiasi kerja sama Purbaya Yudhi Sadewa yang selama ini telah berkoordinasi dengan baik melalui KSSK. “Terima kasih atas semua sumbangsih beliau selama satu tahun ini,” kata Friderica. Penghargaan ini menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pengawas dan regulator dalam menjaga kestabilan sistem keuangan.

Baca juga:
OJK Terbitkan 1.277 Sanksi, Menegaskan Upaya Penguatan Transparansi dan Integritas di Pasar Modal Indonesia

Dampak Positif Bagi Perekonomian Nasional

Penguatan koordinasi antara OJK dan Menkeu baru tidak hanya berfokus pada stabilitas sistem keuangan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan regulasi yang lebih konsisten dan likuiditas yang terjaga, sektor keuangan dapat menyediakan pembiayaan lebih mudah bagi pelaku usaha. Hal ini dapat meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, koordinasi yang terjalin dapat mempercepat penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter. Misalnya, ketika terjadi tekanan likuiditas di pasar, OJK dan Menkeu dapat segera menyesuaikan kebijakan suku bunga atau mekanisme penyaluran dana. Respons cepat ini dapat meminimalisir dampak negatif pada sektor riil dan menjaga kestabilan harga. Dengan demikian, OJK perkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas, menjadi faktor penting dalam menumbuhkan kepercayaan investor dan konsumen.

Agenda Koordinasi Selanjutnya

Ketika ditanya wartawan mengenai agenda yang akan dikoordinasikan dalam waktu dekat, Friderica menekankan pentingnya fokus pada regulasi dan likuiditas. Ia menyebutkan bahwa OJK akan terus memantau perkembangan risiko sistemik, termasuk potensi ketidakseimbangan dalam pasar keuangan. Selain itu, OJK akan bekerja sama dengan Menkeu untuk menilai kebijakan fiskal yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan. Dengan demikian, OJK perkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas, akan menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih terintegrasi dan responsif.

Baca juga:
OJK Raih Lonjakan 22,93 Juta Akun Keuangan Digital, Sambil Tangani Kasus Bank Mandiri & Peningkatan UMKM

Kesimpulan

Rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI menegaskan kembali komitmen OJK dalam memperkuat koordinasi dengan Menkeu baru demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, fokus pada regulasi dan likuiditas. Dengan dukungan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, serta pengalaman kerja sama yang solid, OJK siap memimpin upaya pengawasan dan regulasi yang lebih efektif. Koordinasi yang terjalin di KSSK diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, dan menjaga sistem keuangan Indonesia tetap sehat dan stabil di tengah dinamika global.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *